PosyanduScan — alat ukur balita otomatis
Tim PosyanduScan · Institusi Demo
Funding ask
Rp2,4 M
Papan Partisi dan Panel Atap dari Daur Ulang Sachet Plastik Multilayer
Funding ask
Rp9 M
Rp9.000.000.000
NPV
Rp1,38 M
@ 12%
IRR
16%
5-year projection
Payback
Year 4
cumulative cash
Team is open to
Tim Lapisbumi
Unit Riset & Inovasi · Institusi Demo
Published 1 Okt 2026
Sachet plastik multilayer — kemasan kopi, sampo, dan bumbu mi instan — hampir tidak pernah didaur ulang: lapisan plastik dan aluminiumnya menyatu, nilai jualnya di pengepul hanya Rp800–1.500 per kg, dan sebagian besar berakhir di TPA atau dibakar. UU No. 18 Tahun 2008 (Pasal 15) mewajibkan produsen mengelola kemasan yang sulit terurai, dan Permen LHK No. P.75/2019 menuntut produsen mengurangi sampah 30% sampai 2029, tetapi jalur yang bisa dibuktikan masih sedikit. Di sisi lain, rumah subsidi dan kios membutuhkan papan partisi, plafon, dan atap yang murah, tahan air, dan tahan rayap: GRC mudah retak, gypsum membengkak kena air, dan kayu lapis mahal serta dimakan rayap.
Papan dan panel atap dari sachet multilayer pasca-konsumsi (±88%) ditambah penghambat api dan penstabil UV, dipres panas tanpa lem. Daya serap air 0,8% (24 jam), tidak diserang rayap dalam uji 12 minggu, kuat lentur 14,8 MPa, harga ±15% di bawah GRC dan ±40% di bawah kayu lapis. Sachet dikumpulkan lewat bank sampah, sehingga limbah menjadi penghasilan bagi bank sampah dan menjadi bukti pengelolaan kemasan bagi produsen.
Pengembang dan kontraktor perumahan subsidi (rumah tapak tipe 30/60) di Bekasi, Karawang, Bogor, Tangerang, dan Serang, ditambah produsen barang konsumen berkemasan sachet (FMCG) sebagai pembayar jasa pengolahan sachet lewat skema tanggung jawab produsen diperluas (EPR).
Lapisbumi mengubah sachet plastik multilayer dari bank sampah menjadi papan partisi, plafon, dan panel atap yang tahan air dan rayap, lebih murah dari GRC dan kayu lapis, untuk rumah subsidi dan kios. Bisnis vertikal: tim memegang rantai dari penjemputan sachet sampai pemasangan di rumah contoh. Produk sudah teruji di pilot dan terpasang di 2 rumah contoh dan 3 warung; belum produksi komersial. Kelemahan yang diakui: baru lolos uji bakar kelas HB, bau di ruang tertutup masih di atas target, dan biaya pencucian sachet tinggi. Dana Rp9 miliar membangun pabrik skala kecil 120.000 lembar-ekuivalen per tahun.
Penjualan papan per lembar ke pengembang rumah subsidi lewat kontrak per proyek (P-9 Rp128.000–140.000, P-12 Rp180.000, R-3 Rp70.000), distributor bahan bangunan regional (margin 12%), dan biaya jasa pengolahan sachet dari produsen berdasarkan Permen LHK P.75/2019 (±Rp2.500 per kg, dengan kontrak multi-tahun setelah pilot 6 bulan).
Winnable market (SOM)
Rp16,02 M
per year, team's own assumptions
Approved evidence
34
11 from the team's own fieldwork
Orders delivered
4
6 orders recorded
Satu siklus = riset diulang dengan satu perubahan. Hasil akhir listing ini dipilih tim dari siklus yang sudah selesai.
Cycle 1
In final result6 Jul 2026 – 31 Jul 2026 · 14 approved claims
First cycle — the baseline.
Cycle 2
In final result3 Agu 2026 – 28 Agu 2026 · 11 approved claims
Target pasar diganti dari toko bangunan eceran ke pengembang dan kontraktor perumahan subsidi di Bekasi, Karawang, Bogor, Tangerang, dan Serang.
Cycle 3
In final result1 Sep 2026 – 26 Sep 2026 · 9 approved claims
Skema EPR ditambahkan: produsen barang konsumen (FMCG) menjadi pembayar jasa pengolahan sachet berdasarkan Permen LHK P.75/2019, sehingga sachet berubah dari biaya bahan baku menjadi sumber pendapatan.
Diperkuat oleh lebih dari satu siklus: Technology, Market, Competitor, Customer, Regulation
Papan tahan air dan rayap, tetapi baru kelas bakar HB dan masih berbau
Daya serap air 24 jam 0,8%, tidak diserang rayap dalam 12 minggu, kuat lentur 14,8 MPa, dan 40 hari terpasang di 3 warung dan 1 rumah contoh tanpa delaminasi. Kelemahannya: baru lolos uji bakar kelas HB (belum untuk plafon bangunan umum) dan emisi TVOC 0,71 mg/m³ masih di atas target 0,5 sehingga bau tercium di ruang tertutup.
Sachet murah dibeli, tetapi pencucian dan pengumpulan menentukan margin
Sachet bersih dibeli Rp800–1.500 per kg dan banyak pengepul menolaknya; 9 dari 12 bank sampah mau menyetor kembali bila harga minimal Rp1.500 per kg dan dijemput. Pencucian memakan Rp500–800 per kg dengan kehilangan bahan ±18%. Tanpa pembayaran dari produsen, margin papan tipis.
Alternatif pengolahan sachet murah, tetapi tanpa produk akhir yang bisa dilacak
Pembakaran bersama di pabrik semen menerima sachet Rp300–600 per kg tetapi tidak dihitung sebagai daur ulang oleh sebagian auditor; pirolisis skala kecil Rp1.500–2.200 per kg terkendala izin. Papan terpasang memberi produsen bukti yang bisa difoto dan ditimbang.
Produsen sachet wajib mengurangi sampah dan mau membayar bila bisa diaudit
UU 18/2008 Pasal 15 dan Permen LHK P.75/2019 menuntut produsen mengelola kemasan sulit terurai dan mengurangi sampah 30% sampai 2029. 3 dari 4 produsen yang diwawancarai bersedia membayar Rp2.000–3.500 per kg untuk pengolahan sachet bersertifikat penimbangan; satu produsen sudah memberi surat minat 400 ton per tahun setelah pilot 6 bulan.
Pasar rumah subsidi besar, tetapi gerbangnya adalah uji bakar pihak ketiga
Kuota ±220.000 unit rumah subsidi per tahun dengan bahan sekitar 55% biaya bangunan. Peraturan tidak mewajibkan uji bakar untuk plafon rumah tapak, tetapi bank dan pengembang besar memintanya; tanpa sertifikat uji pihak ketiga, pesanan hanya berstatus bersyarat.
Pesaing di rumah subsidi: GRC retak, gypsum membengkak, atap logam bising
GRC grosir Rp135.000–160.000 retak di sambungan kamar mandi, gypsum Rp72.000–90.000 tidak tahan area basah, spandek berkarat dan bising, sedangkan papan daur ulang karton minuman terbatas pasokannya. Papan sachet mengisi celah tahan air dan rayap di harga di bawah GRC.
Pengembang rumah subsidi menerima harga di bawah GRC bila ada uji lab
24 pengembang yang disurvei menerima Rp118.000–135.000 per lembar partisi/plafon 9 mm, dengan syarat uji bakar dan rayap pihak ketiga serta garansi 5 tahun. Kebutuhan median 14 lembar partisi/plafon dan 8 panel atap per unit rumah; 4 dari 6 pengembang yang diwawancarai mau membeli dan menyebut volumenya.
Harga papan sachet bisa di bawah GRC dan kayu lapis, jauh di atas gypsum
GRC 9 mm Rp150.000–185.000 dan kayu lapis Rp210.000–260.000 membuat papan sachet di Rp135.000–140.000 per lembar bersaing, sedangkan gypsum Rp75.000–95.000 tidak tahan lembap dan WPC Rp380.000–520.000 terlalu mahal. Ruang harga ada, tetapi hanya bila pembeli percaya pada mutu.
Toko bangunan tertarik pada harga, tetapi ragu pada merek baru
Toko bangunan mau membeli di Rp95.000–110.000 per lembar (20% di bawah GRC), tetapi 70% mengatakan pelanggan menanyakan SNI atau merek yang dikenal dan hanya 18% mau menyetok merek baru tanpa jaminan retur. Uji jual 6 minggu menjual 19 dari 54 lembar (35%); kebutuhan median hanya ±30 lembar per bulan per toko.
| Claim | Category | Source | Cycle |
|---|---|---|---|
| Pencucian sachet bersisa makanan memakan Rp500–800 per kg (air, deterjen, listrik) dan kehilangan bahan ±18%. | Technology | Data contoh (fiktif) — uji pencucian lini pilotDemo data | 3 |
| Bank sampah mau menyetor sachet bila harganya ≥ Rp1.500 per kg dan ada penjemputan rutin. | Market | Data contoh (fiktif) — wawancara pengelola bank sampahDemo data | 3 |
| Pirolisis skala kecil menawarkan Rp1.500–2.200 per kg, tetapi beberapa terkendala izin dan emisi. | Competitor | Data contoh (fiktif) — liputan pengolah plastik skala kecilDemo data | 3 |
| Pembakaran bersama di pabrik semen menerima sachet seharga Rp300–600 per kg, tetapi tidak dihitung sebagai daur ulang oleh sebagian auditor. | Competitor | Data contoh (fiktif) — penawaran pengolah sampah industriDemo data | 3 |
| 3 dari 4 produsen bersedia membayar Rp2.000–3.500 per kg untuk pengolahan sachet yang bisa diaudit dengan sertifikat penimbangan. | Customer | Data contoh (fiktif) — wawancara 4 produsen barang konsumenDemo data | 3 |
| Pak Anggoro (Manajer EHS, PT Kopi Mantap Sachet (fiktif)): Pembakaran bersama di pabrik semen murah, tapi auditor kami bilang itu bukan daur ulang. Produk akhir yang bisa difoto lebih mudah dilaporkan. | Customer | wawancara — Pak AnggoroUser interview | 3 |
| Bu Clarissa (Kepala Keberlanjutan, PT Sumber Rasa Konsumindo (fiktif)): Peta jalan P.75/2019 kami tinggal tiga tahun dari target 2029. Yang kami butuhkan bukan cerita, tapi timbangan dan sertifikat yang bisa diaudit. | Customer | wawancara — Bu ClarissaUser interview | 3 |
| Satu produsen barang konsumen berukuran menengah melepas 3.000–6.000 ton kemasan sachet per tahun. | Market | Data contoh (fiktif) — perkiraan tim dari data penjualanDemo data | 3 |
| Permen LHK No. P.75/2019 mewajibkan produsen manufaktur, ritel, dan jasa makanan menyusun peta jalan pengurangan sampah 30% sampai 2029. | Regulation | Data contoh (fiktif) — ringkasan regulasi nasionalDemo data | 3 |
| Pengembang menerima Rp118.000–135.000 per lembar partisi/plafon 9 mm dengan syarat uji lab bakar dan rayap serta garansi 5 tahun. | Customer | Data contoh (fiktif) — survei 24 pengembang rumah subsidiDemo data | 2 |
| Sachet multilayer bersih dibeli bank sampah dan pengepul Rp800–1.500 per kg; banyak pengepul menolak karena nilai jual rendah. | Market | Data contoh (fiktif) — pantauan harga pengepulDemo data | 2 |
| Rumah tapak umumnya tidak diwajibkan uji penjalaran api untuk plafon, tetapi bank dan pengembang meminta hasil uji pihak ketiga. | Regulation | Data contoh (fiktif) — ringkasan regulasi bangunan gedungDemo data | 2 |
| Papan dari daur ulang kemasan karton minuman sudah ada, tetapi pasokan terbatas dan harga Rp150.000–200.000 per lembar. | Competitor | Data contoh (fiktif) — liputan produk daur ulang kemasanDemo data | 2 |
| Bu Retno (Manajer proyek pengembang perumahan, Karawang (fiktif)): Harga harus di bawah GRC dan ada garansi 5 tahun tertulis. Bahan baru juga harus disetujui bank pemberi KPR. | Customer | wawancara — Bu RetnoUser interview | 2 |
| Atap spandek Rp55.000–70.000 per m² bising dan berkarat di pesisir; fiber semen gelombang Rp75.000–95.000 per lembar. | Competitor | Data contoh (fiktif) — pantauan harga atapDemo data | 2 |
| Gypsum 9 mm Rp72.000–90.000 per lembar murah, tetapi membengkak di area basah dan dihindari untuk kamar mandi dan dapur. | Competitor | Data contoh (fiktif) — pantauan harga marketplaceDemo data | 2 |
| GRC 9 mm grosir untuk pengembang Rp135.000–160.000 per lembar; sambungan sering retak pada kamar mandi. | Competitor | Data contoh (fiktif) — pantauan harga grosir bahan bangunanDemo data | 2 |
| Pak Hendra (Direktur PT Griya Nusa Mandiri, Kabupaten Bekasi (fiktif)): Plafon dan partisi kamar mandi paling sering diklaim pembeli: bengkak dan dimakan rayap. Kalau papan ini lolos uji bakar pihak ketiga, saya pasang di seluruh pr | Customer | uji-lapangan — Pak HendraUser interview | 2 |
| Bahan bangunan sekitar 55% biaya rumah subsidi tipe 30/60, sehingga pengembang menekan harga bahan. | Market | Data contoh (fiktif) — ringkasan biaya rumah subsidiDemo data | 2 |
| Kuota rumah subsidi sekitar 220.000 unit per tahun, dengan target pemerintah membangun jutaan rumah. | Market | Data contoh (fiktif) — ringkasan data perumahanDemo data | 2 |
| Uji jual 6 minggu: 54 lembar dikirim ke dua toko, 19 lembar terjual (35%). | Customer | Data contoh (fiktif) — uji jual tim di dua toko bangunanDemo data | 1 |
| Papan kayu-plastik (WPC) Rp380.000–520.000 per lembar, dua sampai tiga kali lipat papan sachet. | Competitor | Data contoh (fiktif) — pantauan produk marketplaceDemo data | 1 |
| Mas Dedi (Kontraktor renovasi warung dan kios, Bekasi (fiktif)): Untuk partisi kamar mandi dan plafon dapur warung saya butuh yang tidak bengkak kena air. Asal ada yang jual di dekat sini, saya beli. | Customer | wawancara — Mas DediUser interview | 1 |
| Kebutuhan papan partisi/plafon median hanya ±30 lembar per bulan per toko. | Market | Data contoh (fiktif) — wawancara pengelola toko bangunanDemo data | 1 |
Dihitung dari empat asumsi tim sendiri; asumsi yang belum bersandar pada bukti ditandai.
Modal awal Rp9 M, biaya operasional Rp2,69 M per tahun, proyeksi 5 tahun.
Startup capital
Rp9 M
NPV
Rp1,38 M
discount rate 12%
IRR
16%
Payback
Year 4
| Year | Units | Revenue | Cost | Net |
|---|---|---|---|---|
| Y1 | 18.000 | Rp2,12 M | Rp2,69 M | −Rp576 jt |
| Y2 | 42.000 | Rp5,69 M | Rp4,45 M | Rp1,24 M |
| Y3 | 70.000 | Rp9,98 M | Rp6,44 M | Rp3,53 M |
| Y4 | 95.000 | Rp13,66 M | Rp8,21 M | Rp5,46 M |
| Y5 | 112.000 | Rp16,41 M | Rp9,49 M | Rp6,92 M |
Dirakit Agnive Insight dari data proyek — setiap slide menyebut apa yang mendasarinya.
Lapisbumi — papan partisi & panel atap dari sachet daur ulang
Uji kuat lentur dan kerapatan papan 9 mm
Kuat lentur (MOR) rata-rata 14,8 MPa dan modulus elastisitas 1.280 MPa; kerapatan 0,92 g/cm³; kuat cabut sekrup 1.050 N. Di atas syarat tim (MOR ≥ 10 MPa) untuk partisi non-struktural.
Uji daya serap air dan pengembangan tebal
Daya serap air 24 jam 0,8% dan pengembangan tebal 0,5% (syarat tim ≤ 2%). Tidak ada perubahan bentuk setelah dikeringkan.
Uji bakar horizontal formula B (penghambat api 8%)
Laju bakar 24 mm/menit dan 3 dari 5 benda uji padam sendiri. Baru memenuhi kelas HB — belum memenuhi syarat plafon bangunan umum, sehingga dipasarkan untuk hunian tapak dan kios.
Uji ketahanan rayap 12 minggu
Tingkat serangan 0 pada semua benda uji lapisbumi (skala 0–4); kontrol kayu karet tingkat serangan 3.
Uji cuaca dipercepat 1.000 jam (panel atap R-3)
Kuat lentur turun 17% dan warna memudar sedikit (ΔE 4,8). Masih di atas syarat tim; uji lapangan 12 bulan untuk atap disiapkan.
Uji penerimaan pengguna (UAT) 3 warung/kios dan 1 rumah contohWith real users
Tidak ada delaminasi atau pengembangan, tidak ada tanda serangan rayap, 1 keluhan bau ringan pada minggu pertama (ruang tertutup). Penilaian rata-rata 4,1 dari 5; pengembang meminta sertifikat uji bakar pihak ketiga.
Koperasi Warung Sejahtera Cibitung (fiktif)
Koperasi pedagang warung dan kios, Cibitung, Bekasi (fiktif) · user · engaged
Laboratorium Teknologi Polimer & Bahan Bangunan Nusantara (fiktif)
Laboratorium penguji bahan (fiktif) · research · engaged
Bank Sampah Induk Bogor Raya (fiktif)
Jaringan 40 unit bank sampah, Kabupaten Bogor (fiktif) · supplier · committed
PT Griya Nusa Mandiri (fiktif)
Pengembang rumah subsidi, Kabupaten Bekasi (fiktif) · user · committed
CV Bangun Karya Distribusi (fiktif)
Distributor bahan bangunan, Karawang (fiktif) · industry · engaged
Koperasi Pemulung Mitra Bersih (fiktif)
Koperasi pemulung dan pengepul, Bekasi (fiktif) · supplier · engaged
PT Sumber Rasa Konsumindo (fiktif)
Produsen mi instan dan bumbu, Jakarta (fiktif) · industry · engaged
PT Kopi Mantap Sachet (fiktif)
Produsen kopi sachet, Surabaya (fiktif) · industry · approached
PT Aditif Nusantara (fiktif)
Pemasok aditif penghambat api dan penstabil UV, Cikarang (fiktif) · supplier · engaged
Pengepul Sachet Karya Lestari (fiktif)
Pengepul sachet, Tangerang (fiktif) · supplier · approached
Budi Santoso
Team lead · Technical
Wahyu Nugraha (contoh)
Operations
Maya Kusumawati (contoh)
Business
Fajar Ramadhan (contoh)
Sales
Didampingi program Program Demo 2026 · Institusi Demo.
Pendapatan EPR belum mengikat dan tidak punya tarif baku
Severity 20/25Mitigation: Pilot pelacakan 6 bulan, kontrak multi-tahun dengan minimal 2 produsen, dan rencana yang tetap berjalan dengan EPR di bawah 50% volume; tanpa EPR NPV negatif.
Bau plastik dan emisi TVOC di atas target (0,71 vs 0,5 mg/m³)
Severity 16/25Mitigation: Pembuangan gas vakum di ekstruder, scrubber karbon aktif, uji ulang TVOC Oktober 2026; tidak dijual untuk ruang tertutup tanpa ventilasi sebelum lolos.
Papan dinilai mudah terbakar — baru kelas bakar HB
Severity 15/25Mitigation: Penghambat api 8% dan hanya dipasarkan untuk hunian tapak dan kios; uji penjalaran api pihak ketiga sebelum plafon bangunan umum.
Lompatan skala dari papan pilot 1.220 × 1.220 mm ke papan penuh 1.220 × 2.440 mm
Severity 12/25Mitigation: Uji pabrik pemasok mesin sebelum pengiriman, commissioning tiga bulan, dan produksi bertahap dari 30% kapasitas.
Sisa makanan dan kontaminan pada sachet menurunkan mutu dan menambah biaya cuci
Severity 12/25Mitigation: Sortir ketat di bank sampah, tolak batch dengan kontaminasi > 10%, cuci alkali dua tahap, dan insentif harga untuk sachet bersih.
Pasokan sachet berfluktuasi atau ditahan pengepul
Severity 12/25Mitigation: Jaringan 120 bank sampah, harga minimal Rp1.600 per kg, stok penyangga 6 minggu, dan pemasok cadangan.
Panel atap melunak pada suhu tinggi di bawah sinar matahari
Severity 9/25Mitigation: Bentang gording ≤ 600 mm, warna terang, dan uji lapangan 12 bulan sebelum dijual massal.
Piutang pengembang 45–60 hari dan arus kas tahun pertama negatif
Severity 9/25Mitigation: Uang muka 30%, modal kerja Rp1,4 miliar, dan cadangan Rp200 juta.
Dokumen yang dipilih tim untuk dibagikan di Hub.
Interested in Lapisbumi?
Tim Lapisbumi membuka diri untuk pendanaan ekuitas / convertible note, pembiayaan mesin (leasing atau pinjaman investasi), kemitraan produsen (skema epr).
Tim PosyanduScan · Institusi Demo
Funding ask
Rp2,4 M
Tim KasirAI · Institusi Demo
Funding ask
Rp180 jt
Tim WattWise · Institusi Demo
Funding ask
Rp4,5 M