AgniveHub
Pinara — piring & mangkuk pelepah pinang — photo 1 AI-generated illustration
Materials & Environment Blended from 2 cycles 100% research complete

Pinara — piring & mangkuk pelepah pinang

Wadah Makanan Sekali Pakai dari Pelepah Pinang Tanpa Lem dan Plastik

Funding ask

Rp1,5 M

Rp1.500.000.000

NPV

Rp1,31 M

@ 12%

IRR

33%

5-year projection

Payback

Year 4

cumulative cash

TRL
9/9
CRL
5/5
NYSERDA
T9·C9
Score
—

Team is open to

Pendanaan ekuitas / convertible note Pilot pasokan dengan grup hotel Distribusi & ekspor Kemitraan bahan baku
P

Tim Pinara

Unit Riset & Inovasi · Institusi Demo

Published 1 Okt 2026

Overview

The problem

Usaha makanan masih bergantung pada wadah styrofoam dan plastik sekali pakai yang sulit terurai. Regulasi makin membatasinya — Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 membatasi plastik sekali pakai termasuk styrofoam, dan Permen LHK No. P.75/2019 mewajibkan produsen, termasuk jasa makanan dan hotel, menyusun peta jalan pengurangan sampah. Alternatif kertas umumnya masih butuh lapisan PE atau PLA agar tahan kuah, sehingga tidak bisa dikompos di rumah. Di sisi lain, pelepah pinang yang jatuh alami di kebun-kebun Jambi selama ini dibakar atau dibuang petani.

What it does better

100% pelepah pinang, dipres panas tanpa lem dan tanpa lapisan plastik. Tahan minyak panas 90°C selama 30 menit dan microwave 2 menit (teruji), lolos uji migrasi kemasan pangan, terurai ±60 hari di kompos rumah. Bahan baku dibeli dari kelompok tani pinang, jadi limbah kebun menjadi penghasilan tambahan petani.

Who buys it

Pembeli B2B: usaha katering, hotel & resort (F&B), dan cloud kitchen di Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta — dipasok lewat kontrak bulanan.

Business summary

Pinara memproduksi piring dan mangkuk sekali pakai dari 100% pelepah pinang — dipres panas tanpa lem dan tanpa lapisan plastik — untuk katering, hotel & resort, dan cloud kitchen yang harus meninggalkan styrofoam. Produk lolos uji migrasi kemasan pangan, bersertifikat Halal, dan sudah dikirim ke 6 pembeli B2B. Bahan baku dibeli dari 6 kelompok tani pinang di Jambi, sehingga limbah kebun menjadi penghasilan petani.

How it makes money

Penjualan B2B per pcs (Rp900–1.500 tergantung ukuran dan volume), kontrak pasokan bulanan dengan jadwal kirim tetap, dan private label untuk grup hotel. Distributor regional mendapat margin 12% untuk kota di luar jangkauan sales langsung.

Winnable market (SOM)

Rp5,18 M

per year, team's own assumptions

Approved evidence

26

10 from the team's own fieldwork

Orders delivered

6

7 orders recorded

Evidence & research cycles

Satu siklus = riset diulang dengan satu perubahan. Hasil akhir listing ini dipilih tim dari siklus yang sudah selesai.

  1. Cycle 1

    In final result

    3 Agu 2026 – 28 Agu 2026 · 14 approved claims

    First cycle — the baseline.

  2. Cycle 2

    In final result

    1 Sep 2026 – 26 Sep 2026 · 12 approved claims

    Target pasar diganti dari rumah tangga urban (e-commerce) ke pembeli B2B: katering, hotel & resort F&B, dan cloud kitchen di Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.

Diperkuat oleh lebih dari satu siklus: Competitor, Customer, Market, Regulation

Key findings

  • Verified dataCycle 1

    Hot-press tanpa lem lolos uji kemasan pangan dan uji pemakaian katering

    Migrasi total 3,2–4,1 mg/dm² (batas 10), tahan minyak 90°C 30 menit tanpa rembes, kadar air 7,8%, tidak berjamur 90 hari, dan terurai dalam 58 hari. Di uji penerimaan bersama 3 katering, 96% wadah dipakai tanpa keluhan dan tidak ada yang bocor kuah.

  • Verified dataCycle 1 + 2

    Di segmen B2B, pesaing lebih mahal atau lebih lemah teknisnya

    Bagasse grosir Rp1.250–1.700 dan bergantung impor 4–6 minggu; pelepah impor India Rp1.600–2.200 dengan minimum satu kontainer; kertas berlapis PLA butuh kompos industri; daun pisang dan besek tidak tersedia dalam volume. Pinara di Rp900–1.500 dikirim dari Jambi dalam 5 hari.

  • Verified dataCycle 1 + 2

    Pembeli B2B menerima Rp900–1.500 per pcs dalam volume besar

    Pembeli usaha menerima Rp900–1.500 per pcs dengan kebutuhan median 1.500 pcs per bulan — harga yang ditolak rumah tangga diterima usaha karena menggantikan komplain bocor dan memenuhi syarat klien. 5 dari 6 pembeli B2B yang diwawancarai mau membeli dan menyebut volumenya.

  • Verified dataCycle 2

    Hotel & resort membeli karena target ESG

    11 dari 14 hotel & resort di Bali mensyaratkan wadah take-away bebas plastik mulai 2026. Bersama katering dan cloud kitchen, ada sekitar 120.000 usaha penyedia makanan skala menengah–besar di lima kota sasaran.

  • Verified dataCycle 1 + 2

    Regulasi mendorong pembeli usaha meninggalkan styrofoam

    Pergub Bali 97/2018 sudah membatasi styrofoam, dan Permen LHK P.75/2019 mewajibkan jasa makanan dan hotel mengurangi sampah 30% sampai 2029. Di luar Bali styrofoam masih dipakai katering kecil, tetapi katering korporat dan hotel mulai beralih.

  • Verified dataCycle 1

    Di pasar ritel, harga kalah jauh dari styrofoam

    Styrofoam dijual Rp300–500 per pcs, sementara rumah tangga hanya mau membayar Rp450–600. Harga ritel Pinara sekitar Rp1.200 baru bersaing dengan piring kertas berlapis PE/PLA (Rp900–1.300) dan bagasse (Rp1.100–1.600).

  • Verified dataCycle 1

    Rumah tangga tertarik, tetapi tidak membeli ulang

    68% rumah tangga urban tertarik pada wadah yang bisa terurai, tetapi hanya 9% pernah membeli dan pembelian ulang di marketplace hanya 7% dalam 60 hari. Wadah sekali pakai di rumah dipakai untuk acara, bukan kebutuhan rutin, dan keputusan wadah pesan-antar ada di restoran.

ClaimCategorySourceCycle
Wadah tradisional daun pisang dan besek bambu tidak seragam, mudah bocor kuah, dan tidak tersedia dalam volume ribuan per minggu.CompetitorData contoh (fiktif) — liputan wadah tradisionalDemo data2
Styrofoam masih dipakai 60–70% katering kecil di luar Bali, tetapi katering korporat dan hotel mulai beralih.CompetitorData contoh (fiktif) — liputan industri kateringDemo data2
Wadah kertas berlapis PLA Rp1.100–1.400 per pcs dan hanya terurai di fasilitas kompos industri.CompetitorData contoh (fiktif) — katalog pemasok kemasan kateringDemo data2
Piring pelepah pinang impor India dijual ke hotel Rp1.600–2.200 per pcs, waktu tunggu 6 minggu, minimum satu kontainer.CompetitorData contoh (fiktif) — penawaran pemasok imporDemo data2
Pembeli B2B menerima Rp900–1.500 per pcs, dengan kebutuhan median ±1.500 pcs per bulan per usaha.CustomerData contoh (fiktif) — survei harga pembeli B2BDemo data2
Kevin (Kepala operasional cloud kitchen, Bandung): Ulasan bintang satu paling sering soal kuah tumpah. Wadah yang kuat lebih murah daripada refund.Customerwawancara — KevinUser interview2
Wadah bagasse grosir Rp1.250–1.700 per pcs dengan pasokan impor 4–6 minggu.CompetitorData contoh (fiktif) — pantauan harga grosir kemasanDemo data2
Pak Made (F&B Manager, resort di Ubud (Grup Hotel Segara Bali, fiktif)): Audit ESG kami menanyakan wadah take-away. Impor pelepah dari India makan waktu enam minggu dan harus satu kontainer.Customerwawancara — Pak MadeUser interview2
Sekitar 120.000 usaha penyedia makanan skala menengah–besar di lima kota sasaran.MarketData contoh (fiktif) — ringkasan data usaha penyedia makananDemo data2
11 dari 14 hotel & resort di Bali mensyaratkan wadah take-away bebas plastik untuk pemasok F&B mulai 2026.MarketData contoh (fiktif) — wawancara pengadaan hotel BaliDemo data2
Bu Ratna (Pemilik Dapur Bu Ratna Katering, Jakarta Selatan (fiktif)): Klien kantor sekarang minta tanpa styrofoam. Kertas bocor kalau ada kuah, jadi saya butuh yang kuat dan harganya bisa masuk ke harga nasi kotak.Customeruji-lapangan — Bu RatnaUser interview2
Permen LHK No. P.75/2019 mewajibkan produsen, termasuk jasa makanan & minuman dan hotel, mengurangi sampah 30% sampai 2029.RegulationData contoh (fiktif) — ringkasan regulasi nasionalDemo data2
Uji jual 3 bulan: pembelian ulang rumah tangga hanya 7% dalam 60 hari.CustomerData contoh (fiktif) — uji jual tim di dua marketplaceDemo data1
Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 membatasi plastik sekali pakai, termasuk styrofoam, bagi pelaku usaha di Bali.RegulationData contoh (fiktif) — ringkasan regulasi daerahDemo data1
Piring ampas tebu (bagasse) impor Rp1.100–1.600 per pcs dan melunak untuk makanan berkuah panas.CompetitorData contoh (fiktif) — ulasan pembeli toko kemasan daringDemo data1
Rizky, 28 th (Karyawan swasta, Jakarta Barat): Saya jarang pakai wadah sekali pakai di rumah; kalau pesan makanan, wadahnya sudah dari restoran.Customerwawancara — Rizky, 28 thUser interview1
Piring dan mangkuk kertas Rp900–1.300 per pcs, umumnya berlapis PE/PLA sehingga tidak bisa dikompos di rumah.CompetitorData contoh (fiktif) — pantauan produk marketplaceDemo data1
Ibu Maya, 36 th (Ibu rumah tangga, Tangerang Selatan): Suka idenya, tapi kalau satu piring seribu dua ratus, untuk sehari-hari saya tetap pakai piring biasa atau styrofoam.Customerwawancara — Ibu Maya, 36 thUser interview1
Kotak styrofoam masih dijual Rp300–500 per pcs dan mendominasi pasar rumah tangga.CompetitorData contoh (fiktif) — pantauan harga marketplaceDemo data1
Rumah tangga hanya mau membayar Rp450–600 per wadah — separuh harga ritel wadah pelepah.CustomerData contoh (fiktif) — survei harga konsumenDemo data1
Minat rumah tangga urban pada wadah sekali pakai yang bisa terurai tinggi, tetapi baru sedikit yang benar-benar membeli.MarketData contoh (fiktif) — survei daring konsumen urbanDemo data1
Uji ketahanan minyak panas: 0 dari 10 sampel rembes; permukaan bawah tetap kering dan piring tidak melunak.TechnologyUji purwarupa — Minyak goreng 90°C didiamkan 30 menit di 10 sampel piring 10"Prototype test1
Uji penerimaan pengguna (UAT) bersama 3 katering: 96% wadah dipakai tanpa keluhan, 0 kasus bocor kuah, penilaian rata-rata 4,6 dari 5; dua katering minta penawaran harga bulanan.TechnologyUji purwarupa — 2.400 pcs dipakai 2 minggu untuk nasi kotak & prasmanan di 3 katering mitra, umpan balik per acaraPrototype test1
Uji pengomposan rumah: Lebih dari 90% bahan terurai dalam 58 hari; tidak ada residu plastik.TechnologyUji purwarupa — Piring dipotong 4 bagian, dikubur di komposter rumah tangga, diperiksa tiap 2 mingguPrototype test1

Market size

Dihitung dari empat asumsi tim sendiri; asumsi yang belum bersandar pada bukti ditandai.

TAM · Total marketRp2,16 T
SAM · ReachableRp172,8 M
SOM · WinnableRp5,18 M
  • Jumlah calon pembeliKatering, restoran, hotel, dan cloud kitchen di Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.120.000Backed by evidence
  • Harga per pembelian±1.500 pcs per bulan × Rp1.000 × 12 bulan.Rp18 jtBacked by evidence
  • Porsi yang bisa dijangkauUsaha di kota dengan larangan plastik atau target ESG tertulis yang bisa dilayani dari Jambi.8%Backed by evidence
  • Porsi yang realistis direbutPesaing impor lebih mahal dan lebih lama; 6 pembeli sudah menerima kiriman pada bulan pertama.3%Backed by evidence

Financial plan

Modal awal Rp1,5 M, biaya operasional Rp1,16 M per tahun, proyeksi 5 tahun.

Startup capital

Rp1,5 M

NPV

Rp1,31 M

discount rate 12%

IRR

33%

Payback

Year 4

Use of funds

  • Mesin hot-press hidraulik 4 unit + cetakan 4 ukuranRp520 jt
  • Pengering tenaga surya + ruang sterilisasi UVRp180 jt
  • Renovasi & sewa workshop 3 tahun (Muaro Jambi)Rp210 jt
  • Uji lab kemasan pangan & sertifikasi (uji migrasi, Halal, LFGB/FDA ekspor)Rp140 jt
  • Modal kerja bahan baku — kemitraan 6 kelompok tani, 6 bulanRp300 jt
  • Pemasaran B2B & sampel ke 60 calon pembeliRp100 jt
  • Cadangan operasionalRp50 jt

Revenue vs cost projection

Revenue Cost
Rp0Rp1,53 MRp3,06 MRp4,59 MRp6,12 MYear 1 revenue: Rp1,26 MYear 1 cost: Rp1,2 MY1Year 2 revenue: Rp2,52 MYear 2 cost: Rp2,05 MY2Year 3 revenue: Rp3,78 MYear 3 cost: Rp2,85 MY3Year 4 revenue: Rp4,86 MYear 4 cost: Rp3,55 MY4Year 5 revenue: Rp5,67 MYear 5 cost: Rp4,1 MY5
YearUnitsRevenueCostNet
Y11.800.000Rp1,26 MRp1,2 MRp60 jt
Y23.600.000Rp2,52 MRp2,05 MRp470 jt
Y35.400.000Rp3,78 MRp2,85 MRp930 jt
Y46.900.000Rp4,86 MRp3,55 MRp1,31 M
Y58.100.000Rp5,67 MRp4,1 MRp1,57 M

Yearly operating costs

  • Gaji 12 orang (produksi 8, QC 1, admin 1, sales 2)Rp655 jt
  • Bahan baku pelepah (kemitraan kelompok tani)Rp180 jt
  • Listrik & gas pemanas hot-pressRp132 jt
  • Kemasan & logistikRp108 jt
  • PemasaranRp54 jt
  • Pemeliharaan mesin & cetakanRp30 jt

Pitch deck

Dirakit Agnive Insight dari data proyek — setiap slide menyebut apa yang mendasarinya.

Problem1 / 13

Usaha makanan masih bergantung pada wadah styrofoam dan plastik sekali pakai yang sulit terurai. Regulasi makin membatasinya — Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 membatasi plastik sekali pakai termasuk styrofoam, dan Permen LHK No. P.75/2019 mewajibkan produsen, termasuk jasa makanan dan hotel, menyusun peta jalan pengurangan sampah. Alternatif kertas umumnya masih butuh lapisan PE atau PLA agar tahan kuah, sehingga tidak bisa dikompos di rumah. Di sisi lain, pelepah pinang yang jatuh alami di kebun-kebun Jambi selama ini dibakar atau dibuang petani.

  • Minat rumah tangga urban pada wadah sekali pakai yang bisa terurai tinggi, tetapi baru sedikit yang benar-benar membeli.
  • 11 dari 14 hotel & resort di Bali mensyaratkan wadah take-away bebas plastik untuk pemasok F&B mulai 2026.
  • Sekitar 120.000 usaha penyedia makanan skala menengah–besar di lima kota sasaran.

Pinara — piring & mangkuk pelepah pinang

Backed by evidence

Product & proof

Measured specifications

Diameter piring bulat
10 inci (25 cm)
Ketebalan dinding
1,8–2,2 mm
Berat piring 10 inci
±28 g
Tahan minyak panas
90°C selama 30 menit tanpa rembes
Tahan microwave
2 menit pada 800 W tanpa retak atau gosong
Kadar air produk jadi
7,8% (syarat < 10%)
Waktu terurai di kompos rumah
±58–60 hari (>90% terurai)
Migrasi total (Peraturan BPOM 20/2019)
3,2 mg/dm² asam asetat 3%; 4,1 mg/dm² n-heptana (batas 10 mg/dm²)
Kapasitas produksi per mesin
1.500 pcs per 8 jam

Tests passed

  • Uji ketahanan minyak panas

    0 dari 10 sampel rembes; permukaan bawah tetap kering dan piring tidak melunak.

  • Uji migrasi total kemasan pangan

    Migrasi total 3,2 mg/dm² (asam asetat 3%) dan 4,1 mg/dm² (n-heptana), di bawah batas 10 mg/dm² — memenuhi syarat kemasan pangan.

  • Uji microwave

    Tidak ada retak, gosong, atau bau; suhu dinding piring maksimum 72°C.

  • Uji kadar air & penyimpanan 90 hari

    Kadar air rata-rata 7,8%; tidak ada jamur setelah 90 hari penyimpanan dalam kemasan shrink + silica gel.

  • Uji pengomposan rumah

    Lebih dari 90% bahan terurai dalam 58 hari; tidak ada residu plastik.

  • Uji penerimaan pengguna (UAT) bersama 3 kateringWith real users

    96% wadah dipakai tanpa keluhan, 0 kasus bocor kuah, penilaian rata-rata 4,6 dari 5; dua katering minta penawaran harga bulanan.

Permits & certification

  • NIB (OSS RBA)Done
  • Uji migrasi kemasan panganDone
  • Sertifikat HalalDone
  • SPPL lingkunganDone
  • SNI wadah makananNot needed
  • Uji LFGB (pasar Eropa)In progress
  • Sertifikat kompos rumahIn progress
  • FDA Food Contact (ekspor AS)Not started

Partners

  • Dapur Bu Ratna Katering (fiktif)

    Dapur Bu Ratna Katering, Jakarta Selatan (fiktif) · user · engaged

  • Laboratorium Pengujian Kemasan Pangan Nusantara (fiktif)

    Laboratorium terakreditasi (fiktif) · research · engaged

  • Kopi & Nasi Kotak Sedulur (fiktif)

    Cloud kitchen Kopi & Nasi Kotak Sedulur, Bandung (fiktif) · user · committed

  • PT Rasa Nusantara Katering (fiktif)

    PT Rasa Nusantara Katering, Jakarta (fiktif) · industry · committed

  • Grup Hotel Segara Bali (fiktif)

    Grup Hotel Segara Bali (fiktif) · industry · committed

  • CV Hijau Kemas Distribusi (fiktif)

    CV Hijau Kemas Distribusi, Surabaya (fiktif) · industry · engaged

  • Gapoktan Pinang Makmur (fiktif)

    Gapoktan Pinang Makmur, Muaro Jambi (fiktif) · supplier · committed

  • KTH Pinang Lestari (fiktif)

    KTH Pinang Lestari, Tanjung Jabung Barat (fiktif) · supplier · committed

Team

A

Andi Pratama

Team lead · Technical

R

Rahmat Hidayat (contoh)

Operations

S

Sinta Maharani (contoh)

Business

Y

Yoga Saputra (contoh)

Sales

Didampingi program Program Demo 2026 · Institusi Demo.

Roadmap & risks

Regulation · Uji migrasi kemasan pangan & sertifikat Halal
Research · Pilot uji penerimaan bersama 3 katering
Product · Pembelian & instalasi 4 mesin hot-press + cetakan
Business · Kemitraan 6 kelompok tani pinang
Business · Kontrak pasokan bulanan dengan 10 pembeli B2B
Regulation · Uji LFGB & sertifikat kompos rumah
Business · Private label untuk 3 grup hotel
Research · Cetakan ke-5: kotak makan bersekat
Business · Ekspor perdana ke Singapura/Australia
Product · Kapasitas naik ke 8 mesin
Month 1Month 12Month 24
  • Pasokan pelepah musiman saat kemarau

    Severity 12/25

    Mitigation: Stok penyangga 3 bulan; 6 kelompok tani di 2 kabupaten dengan musim gugur pelepah berbeda.

  • Harga kalah dari styrofoam di kota tanpa larangan plastik

    Severity 12/25

    Mitigation: Fokus awal pada pembeli dengan target ESG dan kota berlarangan; private label untuk hotel.

  • Pesaing pelepah impor India menurunkan harga

    Severity 9/25

    Mitigation: Unggul di waktu kirim (5 hari vs 6 minggu) dan pesanan kecil; kontrak bulanan mengunci pembeli.

  • Piutang katering 30–60 hari menekan arus kas

    Severity 9/25

    Mitigation: Uang muka 30%, modal kerja Rp300 juta, dan cadangan operasional Rp50 juta.

  • Jamur saat penyimpanan lembap

    Severity 8/25

    Mitigation: Kadar air < 10% di tiap batch, sterilisasi UV-C, kemasan shrink + silica gel, gudang FIFO.

  • Sertifikasi ekspor (LFGB/FDA) lebih lama dari rencana

    Severity 6/25

    Mitigation: Ekspor baru di bulan 15+; pasar domestik menanggung arus kas sampai itu.

Supporting documents

Dokumen yang dipilih tim untuk dibagikan di Hub.

Interested in Pinara?

Tim Pinara membuka diri untuk pendanaan ekuitas / convertible note, pilot pasokan dengan grup hotel, distribusi & ekspor.

More listings

PosyanduScan — alat ukur balita otomatisHealthTRL 7 · CRL 2/52 cycles blended

PosyanduScan — alat ukur balita otomatis

Tim PosyanduScan · Institusi Demo

Funding ask

Rp2,4 M

Pendanaan ekuitas / convertible notePilot pengadaan dengan dinas kesehatan
32 bukti disetujui1 Okt 2026