AgniveHub
Maggotin — pelet pakan lele & nila dari larva BSF — photo 1 AI-generated illustration
Agriculture & Food 100% research complete

Maggotin — pelet pakan lele & nila dari larva BSF

Pakan Ikan Lele dan Nila dari Larva Lalat Tentara Hitam yang Dibudidayakan dari Limbah Organik Pasar

Funding ask

Rp750 jt

Rp750.000.000

NPV

Rp118 jt

@ 12%

IRR

16%

5-year projection

Payback

Year 4

cumulative cash

TRL
8/9
CRL
3/5
NYSERDA
T8·C7
Score
—

Team is open to

Pendanaan ekuitas / convertible note Pembiayaan peralatan (leasing mesin pelet dan kendaraan) Kemitraan pasokan limbah organik Distribusi pakan dan kemitraan kelompok pembudidaya
L

Tim Lalat Hitam

Unit Riset & Inovasi · Institusi Demo

Published 1 Okt 2026

Overview

The problem

Pakan menyumbang 60–70% biaya budidaya lele, dan harga pelet pabrikan Rp11.000–14.000 per kg terus ditekan bahan baku impor (tepung ikan dan bungkil kedelai). Pembudidaya kecil di sentra seperti Parung dan Ciseeng menanggung kenaikan itu sendirian. Di sisi lain, pasar induk membuang puluhan ton sampah organik setiap hari ke TPA dengan biaya angkut yang dibayar pengelola pasar. Larva lalat tentara hitam (black soldier fly, BSF) memakan sampah organik itu dan menghasilkan protein, tetapi pelet siap pakai berbahan larva yang konsisten mutunya dan berizin edar hampir tidak tersedia bagi pembudidaya kolam.

What it does better

Pelet apung 3 mm berprotein kasar 31,4% dengan 35% tepung larva BSF dari limbah pasar — lolos uji proksimat dan uji cemaran (Salmonella negatif). Di uji kolam bersama kelompok pembudidaya, FCR 1,04 dibanding 1,10 pada pelet pabrikan dan tingkat hidup ikan 90,6% dibanding 88,1%, sehingga biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah di harga Rp11.200/kg. Bahan baku larva datang dari limbah yang gratis bagi kami dan menghemat biaya angkut TPA pengelola pasar.

Who buys it

Pembudidaya lele dan nila kolam skala kecil–menengah di Kabupaten Bogor, Bekasi, Tangerang, dan sekitarnya — dijual langsung lewat kelompok pembudidaya (Pokdakan) dan lewat distributor serta toko pakan, dalam karung 25 kg.

Business summary

Maggotin mengubah sampah organik pasar menjadi pelet pakan lele dan nila: larva lalat tentara hitam (BSF) memakan limbah, lalu tepung larva menjadi 35% bahan pelet protein 31%. Di uji 12 kolam bersama kelompok pembudidaya, FCR 1,04 melawan 1,10 pada pelet pabrikan, sehingga biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah. Bahan baku larva berasal dari limbah yang gratis dan menghemat biaya angkut TPA pengelola pasar. Pilot 1 ton limbah per hari sudah berjalan, empat pesanan (45 ton) sudah disepakati, dan penjualan menunggu Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan yang sedang diproses.

How it makes money

Penjualan pelet per kg: Rp11.200 per kg untuk pembudidaya (langsung lewat kelompok) dan Rp10.400 per kg untuk distributor dan toko pakan (margin mereka 7%), rata-rata terealisasi Rp11.000 per kg. Pendapatan tambahan dari kasgot (pupuk organik) Rp1.500 per kg. Pembeli kelompok dan distributor membuat kontrak bulanan dengan jadwal kirim tetap.

Winnable market (SOM)

Rp2,41 M

per year, team's own assumptions

Approved evidence

22

8 from the team's own fieldwork

Orders delivered

0

4 orders recorded

Evidence & research cycles

Satu siklus = riset diulang dengan satu perubahan. Hasil akhir listing ini dipilih tim dari siklus yang sudah selesai.

  1. Cycle 1

    In final result

    10 Agu 2026 – 18 Sep 2026 · 22 approved claims

    First cycle — the baseline.

Key findings

  • Verified dataCycle 1

    Pelet larva memenuhi mutu SNI pakan lele dan tumbuh setara pabrikan dengan FCR lebih baik

    Protein kasar 31,4%, kadar air 9,6%, Salmonella negatif, dan durabilitas 96,5%. Di uji kolam tim dan di 12 kolam Pokdakan, FCR 1,02–1,04 melawan 1,09–1,10 pada pabrikan, dengan tingkat hidup 90,6–91,3% melawan 88,1–88,7%. Jumlah ulangan masih kecil; uji nila belum dilakukan.

  • Verified dataCycle 1

    Izin edar adalah gerbang penjualan: tanpa Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan, distributor tidak mau menjual

    Permen KP 21/2025 mewajibkan Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan sebelum pakan diedarkan, dengan uji mutu di laboratorium terakreditasi per merek dan peruntukan. Distributor menyatakan tidak berani menjual pelet tanpa nomor itu. Berkas Maggotin sudah lengkap uji mutunya; penerbitan masih diproses.

  • Verified dataCycle 1

    Limbah organik pasar cukup dan gratis bagi kami, menghemat biaya angkut TPA pengelola

    Pasar induk contoh menghasilkan 28 ton sampah organik per hari dengan biaya angkut sekitar Rp185.000 per ton. Kebutuhan fasilitas rancangan 5 ton per hari hanya sekitar 18% dari satu pasar. Kebijakan nasional pengelolaan sampah mendorong pengelola kawasan mengolah sampah organik di dekat sumbernya.

  • Verified dataCycle 1

    Pesaing kuat di distribusi dan tempo, lemah di harga dan konsistensi

    Pabrikan besar memberi tempo 30–45 hari dan bonus kunjungan ke toko pakan. Pakan mandiri murah (Rp6.000–8.000 per kg) tetapi mutu berubah-ubah, dan penjual tepung larva kecil hanya menjual tepung tanpa nomor pendaftaran. Maggotin harus menang lewat bukti FCR dan jalur distributor, bukan perang harga.

  • Verified dataCycle 1

    Pembudidaya mau pindah bila terbukti di kolam sendiri dan lebih murah minimal Rp1.000 per kg

    Tiga dari lima pembudidaya lele yang diwawancarai mau membeli dan menyebut jumlahnya (1.800–6.000 kg per bulan) di Rp11.000–11.200 per kg. Syaratnya sama: bukti di kolam sendiri, harga di bawah pelet yang dipakai, dan pembayaran setelah panen. Pembudidaya pemula yang memakai pelet lokal termurah belum tertarik.

  • Verified dataCycle 1

    Pakan adalah beban terbesar pembudidaya, dan harga pabrikan Rp11.000–14.000 terus ditekan bahan baku impor

    Pakan menyumbang 60–70% biaya lele dan 41 dari 60 pembudidaya yang disurvei menyebut kenaikan harga pakan sebagai masalah terbesar. Pelet pabrikan dijual Rp11.000–14.000 per kg, sementara tepung ikan impor Rp14.000–18.000 per kg dan bungkil kedelai Rp7.800 per kg mengikuti kurs.

ClaimCategorySourceCycle
Uji penerimaan pengguna (UAT) di 12 kolam Pokdakan Mina Lestari: Maggotin: FCR 1,04, SR 90,6%, bobot akhir rata-rata 108 g. Pabrikan: FCR 1,10, SR 88,1%, bobot akhir 103 g. Biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah. LiTechnologyUji purwarupa — 12 kolam terpal Ø 4 m milik 6 anggota Pokdakan (6 kolam Maggotin, 6 kolam pelet pabrikan yang biasa dipakai), 1.000 ekor benih lele per kolam, 60 hari (13 Juli–11 September 2026), pembudidaya memberi pakan sendiriPrototype test1
Distributor pakan menerima margin 5–8% dan hanya mau menjual pelet yang punya nomor Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan.CustomerData contoh (fiktif) — wawancara distributor pakan ikanDemo data1
Larva BSF kering berprotein kasar sekitar 40–45% dan dapat menggantikan sebagian tepung ikan pada pakan lele tanpa menurunkan pertumbuhan pada beberapa percobaan.TechnologyData contoh (fiktif) — ringkasan kajian pakan berbahan larva BSFDemo data1
Kebijakan nasional pengelolaan sampah mendorong pengelola kawasan seperti pasar mengolah sampah organik di dekat sumbernya.RegulationData contoh (fiktif) — ringkasan kebijakan pengelolaan sampahDemo data1
Pak Anton (Pemilik CV Sumber Mina Pakan, distributor pakan ikan, Bogor (fiktif)): Pembudidaya selalu tanya dua hal: harga dan tempo. Kalau ada nomor sertifikat pendaftaran dan margin tujuh persen, saya ambil lima ton sebulan. Pelet tanpa nomoCustomerwawancara — Pak AntonUser interview1
SNI 01-4087-2006 pakan lele menjadi acuan mutu: kadar air ≤ 12%, abu ≤ 13%, lemak ≥ 5%, serat kasar ≤ 8%.RegulationData contoh (fiktif) — ringkasan SNI pakan leleDemo data1
Uji pertumbuhan lele di kolam uji tim vs pelet pabrikan: Maggotin: FCR 1,02, SR 91,3%, bobot akhir rata-rata 106 g. Pabrikan: FCR 1,09, SR 88,7%, bobot akhir 101 g. Pertumbuhan setara, FCR dan SR lebih baik pada MaggoTechnologyUji purwarupa — 6 kolam terpal Ø 3 m (3 kolam Maggotin, 3 kolam pelet pabrikan protein 31%), 500 ekor benih lele 8 cm per kolam, 60 hari (29 Juni–28 Agustus 2026), pakan ad satiation dua kali sehariPrototype test1
Pakan ikan wajib punya Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan sebelum diedarkan; permohonan lewat OSS dengan uji mutu di laboratorium terakreditasi.RegulationData contoh (fiktif) — ringkasan Permen KP 21/2025 tentang Pakan IkanDemo data1
Pak Darmo (Pembudidaya lele 20 kolam, panen tiap dua bulan, Tangerang): Saya tidak peduli larva atau bukan. Yang saya hitung biaya pakan per kilo ikan. Kalau FCR 1,04 dan harganya 11 ribu, itu lebih hemat dari yang saya pakai sekaraCustomerwawancara — Pak DarmoUser interview1
Sekitar 60.000 pembudidaya lele dan nila kolam skala kecil–menengah di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah bagian barat; rata-rata membeli 2,7 ton pakan per tahun.MarketData contoh (fiktif) — ringkasan data usaha budidaya kolamDemo data1
Pasar induk di wilayah Bogor menghasilkan puluhan ton sampah organik per hari, dengan biaya angkut TPA sekitar Rp185.000 per ton.MarketData contoh (fiktif) — ringkasan data pengelola pasar indukDemo data1
Pabrikan besar memberi tempo 30–45 hari dan program kemitraan ke toko pakan, sehingga pendatang baru sulit masuk tanpa tempo serupa.CompetitorData contoh (fiktif) — wawancara pemilik toko pakanDemo data1
Penjual tepung larva BSF skala kecil memasarkan tepung (bukan pelet) Rp16.000–24.000 per kg, tanpa nomor pendaftaran pakan.CompetitorData contoh (fiktif) — pantauan penjual tepung larva BSFDemo data1
Bu Yati (Pembudidaya lele 14 kolam terpal, Ciseeng): Saya beli pelet tiga ton sebulan, harganya naik tiga kali tahun ini. Kalau ada yang sama bagusnya dan bisa dibayar setelah panen, saya mau coba satu siklus duluCustomerwawancara — Bu YatiUser interview1
Sebagian pembudidaya meramu pakan sendiri dari fermentasi dedak dan ampas; murah tetapi mutu dan pertumbuhan tidak konsisten.CompetitorData contoh (fiktif) — liputan pakan mandiri pembudidayaDemo data1
Pak Sutrisno (Ketua Pokdakan Mina Lestari, Parung (fiktif)): Pakan itu hampir tujuh dari sepuluh rupiah ongkos kami. Tiap harga pakan naik seribu, untung satu siklus habis. Kalau terbukti FCR-nya sama dan lebih murah di kCustomeruji-lapangan — Pak SutrisnoUser interview1
Pembudidaya mau beralih jika terbukti di kolam sendiri dan harga minimal Rp1.000 per kg lebih murah dari pelet yang dipakai sekarang.CustomerData contoh (fiktif) — wawancara pengurus kelompok pembudidayaDemo data1
Pakan menyumbang 60–70% biaya produksi lele, dan kenaikan harga pakan adalah keluhan utama pembudidaya kecil.CustomerData contoh (fiktif) — survei pembudidaya leleDemo data1
Tepung ikan impor Rp14.000–18.000 per kg dan bungkil kedelai sekitar Rp7.800 per kg; harga mengikuti kurs dan stok impor.CompetitorData contoh (fiktif) — daftar harga pemasok bahan baku pakanDemo data1
Pelet lele pabrikan dijual Rp11.000–14.000 per kg di toko pakan dan marketplace, tergantung merek dan kadar protein.CompetitorData contoh (fiktif) — pantauan harga toko pakan dan marketplaceDemo data1
Uji proksimat batch M-07 — formula Lele-31: Protein kasar 31,4%, lemak 8,2%, kadar air 9,6%, abu 9,8%, serat kasar 4,9% — memenuhi target tim dan semua batas SNI pakan lele (air ≤ 12%, abu ≤ 13%, lemak ≥ TechnologyUji purwarupa — Laboratorium pakan terakreditasi: protein kasar, lemak kasar, kadar air, abu, serat kasar; pembanding syarat mutu SNI 01-4087-2006 pakan lelePrototype test1
Uji cemaran: Salmonella dan logam berat: Salmonella negatif per 25 g. Timbal 0,7 mg/kg, kadmium 0,09 mg/kg, arsen 0,6 mg/kg, merkuri < 0,01 mg/kg, aflatoksin total 6 µg/kg — dilaporkan sebagai data untTechnologyUji purwarupa — Laboratorium terakreditasi: Salmonella per 25 g, timbal, kadmium, arsen, merkuri, dan aflatoksin pada batch M-07Prototype test1

Market size

Dihitung dari empat asumsi tim sendiri; asumsi yang belum bersandar pada bukti ditandai.

TAM · Total marketRp1,78 T
SAM · ReachableRp53,46 M
SOM · WinnableRp2,41 M
  • Jumlah calon pembeliSkala kecil–menengah di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah bagian barat.60.000Backed by evidence
  • Harga per pembelian±2,7 ton pakan per tahun × Rp11.000 per kg (harga rata-rata terealisasi).Rp30 jtBacked by evidence
  • Porsi yang bisa dijangkauPembudidaya dalam radius ±100 km dari fasilitas (Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Sukabumi, Cianjur) yang bisa dilayani lewat kelompok dan distributor.3%Backed by evidence
  • Porsi yang realistis direbutSetara ±81 pembudidaya, sekitar 183 ton per tahun — batas kapasitas 5 ton limbah per hari; pabrikan besar menguasai distribusi.4.5%Backed by evidence

Financial plan

Modal awal Rp750 jt, biaya operasional Rp983 jt per tahun, proyeksi 5 tahun.

Startup capital

Rp750 jt

NPV

Rp118 jt

discount rate 12%

IRR

16%

Payback

Year 4

Use of funds

  • Kandang biokonversi larva BSF 400 m² (rak, baki, atap, jaring)Rp185 jt
  • Pencacah limbah dan timbangan lantaiRp45 jt
  • Pengering larva dan mesin press lemakRp85 jt
  • Mixer, mesin pelet 300 kg per jam, pengering pelet, dan alat kemasRp130 jt
  • Kendaraan angkut limbah (pikap bak tertutup)Rp120 jt
  • Uji mutu, pendaftaran pakan ikan, dan sertifikasiRp45 jt
  • Modal kerja bahan baku dan upah — 6 bulanRp100 jt
  • Pemasaran dan demplot kolamRp25 jt
  • Cadangan operasionalRp15 jt

Revenue vs cost projection

Revenue Cost
Rp0Rp584 jtRp1,17 MRp1,75 MRp2,34 MYear 1 revenue: Rp823 jtYear 1 cost: Rp983 jtY1Year 2 revenue: Rp1,54 MYear 2 cost: Rp1,38 MY2Year 3 revenue: Rp2,01 MYear 3 cost: Rp1,59 MY3Year 4 revenue: Rp2,16 MYear 4 cost: Rp1,67 MY4Year 5 revenue: Rp2,16 MYear 5 cost: Rp1,68 MY5
YearUnitsRevenueCostNet
Y170.000Rp823 jtRp983 jt−Rp160 jt
Y2130.000Rp1,54 MRp1,38 MRp158 jt
Y3170.000Rp2,01 MRp1,59 MRp418 jt
Y4183.000Rp2,16 MRp1,67 MRp494 jt
Y5183.000Rp2,16 MRp1,68 MRp484 jt

Yearly operating costs

  • Gaji 6 orang rata-rata (produksi larva 2, pelet 2, pengumpul limbah 1, QC dan admin 1)Rp390 jt
  • Bahan baku non-larva (kedelai, dedak, jagung, tapioka, minyak, premix)Rp305 jt
  • Kemasan karung dan ongkos kirimRp28 jt
  • Listrik dan gas pengeringRp83 jt
  • BBM, perawatan pikap, dan tenaga pengumpul limbahRp55 jt
  • Sewa lahan 1.000 m²Rp36 jt
  • Pemasaran dan demplotRp36 jt
  • Perawatan mesin dan kandangRp20 jt
  • Uji mutu berkala, asuransi, dan lain-lainRp30 jt

Pitch deck

Dirakit Agnive Insight dari data proyek — setiap slide menyebut apa yang mendasarinya.

Problem1 / 13

Pakan menyumbang 60–70% biaya budidaya lele, dan harga pelet pabrikan Rp11.000–14.000 per kg terus ditekan bahan baku impor (tepung ikan dan bungkil kedelai). Pembudidaya kecil di sentra seperti Parung dan Ciseeng menanggung kenaikan itu sendirian. Di sisi lain, pasar induk membuang puluhan ton sampah organik setiap hari ke TPA dengan biaya angkut yang dibayar pengelola pasar. Larva lalat tentara hitam (black soldier fly, BSF) memakan sampah organik itu dan menghasilkan protein, tetapi pelet siap pakai berbahan larva yang konsisten mutunya dan berizin edar hampir tidak tersedia bagi pembudidaya kolam.

  • Pasar induk di wilayah Bogor menghasilkan puluhan ton sampah organik per hari, dengan biaya angkut TPA sekitar Rp185.000 per ton.
  • Sekitar 60.000 pembudidaya lele dan nila kolam skala kecil–menengah di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah bagian barat; rata-rata membeli 2,7 ton pakan per tahun.
  • Pakan menyumbang 60–70% biaya produksi lele, dan kenaikan harga pakan adalah keluhan utama pembudidaya kecil.

Maggotin — pelet pakan lele & nila dari larva BSF

Backed by evidence

Product & proof

Measured specifications

Protein kasar
31,4% (target ≥ 31%)
Lemak kasar
8,2% (SNI pakan lele: ≥ 5%)
Kadar air
9,6% (SNI pakan lele: ≤ 12%)
Kadar abu
9,8% (SNI pakan lele: ≤ 13%)
Serat kasar
4,9% (SNI pakan lele: ≤ 8%)
Bentuk dan ukuran pelet
Apung, diameter 3 mm; durabilitas 96,5%
Cemaran mikroba
Salmonella negatif per 25 g
FCR lele di kolam pembudidaya
1,04 (pelet pabrikan pembanding: 1,10)
Tingkat hidup (SR) lele
90,6% (pelet pabrikan pembanding: 88,1%)
Kapasitas biokonversi
Pilot 1 ton limbah per hari; rancangan 5 ton per hari (±585 kg pelet per hari)

Tests passed

  • Uji proksimat batch M-07 — formula Lele-31

    Protein kasar 31,4%, lemak 8,2%, kadar air 9,6%, abu 9,8%, serat kasar 4,9% — memenuhi target tim dan semua batas SNI pakan lele (air ≤ 12%, abu ≤ 13%, lemak ≥ 5%, serat ≤ 8%).

  • Uji daya apung dan durabilitas pelet

    93% pelet mengapung lebih dari 10 menit; durabilitas 96,5% (sebelum perbaikan formula: 82,4%).

  • Uji cemaran: Salmonella dan logam berat

    Salmonella negatif per 25 g. Timbal 0,7 mg/kg, kadmium 0,09 mg/kg, arsen 0,6 mg/kg, merkuri < 0,01 mg/kg, aflatoksin total 6 µg/kg — dilaporkan sebagai data untuk berkas pendaftaran pakan ikan.

  • Uji pertumbuhan lele di kolam uji tim vs pelet pabrikan

    Maggotin: FCR 1,02, SR 91,3%, bobot akhir rata-rata 106 g. Pabrikan: FCR 1,09, SR 88,7%, bobot akhir 101 g. Pertumbuhan setara, FCR dan SR lebih baik pada Maggotin; jumlah ulangan baru 3 kolam per perlakuan.

  • Uji penerimaan pengguna (UAT) di 12 kolam Pokdakan Mina LestariWith real users

    Maggotin: FCR 1,04, SR 90,6%, bobot akhir rata-rata 108 g. Pabrikan: FCR 1,10, SR 88,1%, bobot akhir 103 g. Biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah. Lima dari enam anggota minta jadwal pembelian setelah sertifikat pendaftaran terbit.

Permits & certification

  • NIB (OSS RBA)Done
  • SPPL lingkungan lokasi pilotDone
  • Sertifikat Pendaftaran Pakan IkanIn progress
  • CPPIB (Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik)In progress
  • SNI pakan leleNot needed
  • Pendaftaran pupuk organik untuk kasgotNot started

Partners

  • Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Lestari (fiktif)

    Pokdakan Mina Lestari, Parung, Kabupaten Bogor (fiktif) — 38 anggota, ±120 kolam terpal · user · engaged

  • Laboratorium Nutrisi dan Pengujian Pakan Nusantara (fiktif)

    Laboratorium terakreditasi (fiktif), Bogor · research · engaged

  • PT Kelola Pasar Hijau (fiktif)

    PT Kelola Pasar Hijau, pengelola Pasar Induk Parung Raya (fiktif) · supplier · committed

  • UD Tani Mandiri Pakan (fiktif)

    UD Tani Mandiri Pakan, pemasok bahan baku pakan, Bogor (fiktif) · supplier · engaged

  • CV Sumber Mina Pakan (fiktif)

    CV Sumber Mina Pakan, distributor pakan ikan, Bogor (fiktif) · industry · committed

Team

D

Dian Ramadhan

Team lead · Technical

B

Bagas Prasetyo (contoh)

Operations

L

Laras Wulandari (contoh)

Business

T

Tegar Nugroho (contoh)

Sales

Didampingi program Program Demo 2026 · Institusi Demo.

Roadmap & risks

Regulation · Uji mutu pelet dan pengajuan Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan
Research · Uji penerimaan di 12 kolam Pokdakan Mina Lestari
Product · Pembangunan kandang 400 m² dan pemasangan mesin pelet 300 kg per jam
Research · Uji pakan nila 2 mm di mitra Cianjur
Regulation · Penerapan CPPIB dan pelatihan operator
Business · Kontrak distribusi dan pembudidaya — 10 pembeli tetap
Product · Pelet starter 2 mm dan formula nila
Regulation · Pendaftaran kasgot sebagai pupuk organik
Business · Kemitraan pasar kedua untuk pasokan limbah tambahan
Product · Evaluasi kapasitas 10 ton limbah per hari
Month 1Month 12Month 24
  • Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan terbit lebih lambat dari rencana

    Severity 15/25

    Mitigation: Berkas dan uji mutu sudah lengkap; komunikasi rutin lewat OSS; modal kerja Rp100 juta dan cadangan Rp15 juta menutup keterlambatan.

  • Pabrikan besar menurunkan harga atau memperpanjang tempo

    Severity 12/25

    Mitigation: Bersaing di biaya pakan per kg ikan dan demplot, bukan di harga per kg; margin kotor Maggotin Rp6.250 per kg memberi ruang.

  • Limbah tercampur plastik atau pasokan musiman

    Severity 9/25

    Mitigation: Sortir di gerbang, perjanjian mutu limbah dengan pengelola pasar, dan pasar kedua dipetakan pada bulan 12–20.

  • Produktivitas larva turun di musim hujan

    Severity 9/25

    Mitigation: Kandang beratap dan tertutup jaring, pengaturan kelembapan media, dan stok tepung larva untuk 1 bulan.

  • Piutang toko pakan dan distributor 30 hari menekan arus kas

    Severity 9/25

    Mitigation: Pembeli kelompok bayar setelah panen tetapi dibatasi plafon; konsinyasi hanya untuk toko kecil; modal kerja Rp100 juta.

  • Keluhan bau dan lalat dari warga sekitar

    Severity 8/25

    Mitigation: Kandang tertutup jaring, limbah diolah di hari yang sama, jarak ±200 m dari rumah warga, dan dialog rutin dengan RT setempat.

Supporting documents

Dokumen yang dipilih tim untuk dibagikan di Hub.

Interested in Maggotin?

Tim Lalat Hitam membuka diri untuk pendanaan ekuitas / convertible note, pembiayaan peralatan (leasing mesin pelet dan kendaraan), kemitraan pasokan limbah organik.

More listings

PosyanduScan — alat ukur balita otomatisHealthTRL 7 · CRL 2/52 cycles blended

PosyanduScan — alat ukur balita otomatis

Tim PosyanduScan · Institusi Demo

Funding ask

Rp2,4 M

Pendanaan ekuitas / convertible notePilot pengadaan dengan dinas kesehatan
32 bukti disetujui1 Okt 2026