PosyanduScan — alat ukur balita otomatis
Tim PosyanduScan · Institusi Demo
Funding ask
Rp2,4 M
Pakan Ikan Lele dan Nila dari Larva Lalat Tentara Hitam yang Dibudidayakan dari Limbah Organik Pasar
Funding ask
Rp750 jt
Rp750.000.000
NPV
Rp118 jt
@ 12%
IRR
16%
5-year projection
Payback
Year 4
cumulative cash
Team is open to
Tim Lalat Hitam
Unit Riset & Inovasi · Institusi Demo
Published 1 Okt 2026
Pakan menyumbang 60–70% biaya budidaya lele, dan harga pelet pabrikan Rp11.000–14.000 per kg terus ditekan bahan baku impor (tepung ikan dan bungkil kedelai). Pembudidaya kecil di sentra seperti Parung dan Ciseeng menanggung kenaikan itu sendirian. Di sisi lain, pasar induk membuang puluhan ton sampah organik setiap hari ke TPA dengan biaya angkut yang dibayar pengelola pasar. Larva lalat tentara hitam (black soldier fly, BSF) memakan sampah organik itu dan menghasilkan protein, tetapi pelet siap pakai berbahan larva yang konsisten mutunya dan berizin edar hampir tidak tersedia bagi pembudidaya kolam.
Pelet apung 3 mm berprotein kasar 31,4% dengan 35% tepung larva BSF dari limbah pasar — lolos uji proksimat dan uji cemaran (Salmonella negatif). Di uji kolam bersama kelompok pembudidaya, FCR 1,04 dibanding 1,10 pada pelet pabrikan dan tingkat hidup ikan 90,6% dibanding 88,1%, sehingga biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah di harga Rp11.200/kg. Bahan baku larva datang dari limbah yang gratis bagi kami dan menghemat biaya angkut TPA pengelola pasar.
Pembudidaya lele dan nila kolam skala kecil–menengah di Kabupaten Bogor, Bekasi, Tangerang, dan sekitarnya — dijual langsung lewat kelompok pembudidaya (Pokdakan) dan lewat distributor serta toko pakan, dalam karung 25 kg.
Maggotin mengubah sampah organik pasar menjadi pelet pakan lele dan nila: larva lalat tentara hitam (BSF) memakan limbah, lalu tepung larva menjadi 35% bahan pelet protein 31%. Di uji 12 kolam bersama kelompok pembudidaya, FCR 1,04 melawan 1,10 pada pelet pabrikan, sehingga biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah. Bahan baku larva berasal dari limbah yang gratis dan menghemat biaya angkut TPA pengelola pasar. Pilot 1 ton limbah per hari sudah berjalan, empat pesanan (45 ton) sudah disepakati, dan penjualan menunggu Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan yang sedang diproses.
Penjualan pelet per kg: Rp11.200 per kg untuk pembudidaya (langsung lewat kelompok) dan Rp10.400 per kg untuk distributor dan toko pakan (margin mereka 7%), rata-rata terealisasi Rp11.000 per kg. Pendapatan tambahan dari kasgot (pupuk organik) Rp1.500 per kg. Pembeli kelompok dan distributor membuat kontrak bulanan dengan jadwal kirim tetap.
Winnable market (SOM)
Rp2,41 M
per year, team's own assumptions
Approved evidence
22
8 from the team's own fieldwork
Orders delivered
0
4 orders recorded
Satu siklus = riset diulang dengan satu perubahan. Hasil akhir listing ini dipilih tim dari siklus yang sudah selesai.
Cycle 1
In final result10 Agu 2026 – 18 Sep 2026 · 22 approved claims
First cycle — the baseline.
Pelet larva memenuhi mutu SNI pakan lele dan tumbuh setara pabrikan dengan FCR lebih baik
Protein kasar 31,4%, kadar air 9,6%, Salmonella negatif, dan durabilitas 96,5%. Di uji kolam tim dan di 12 kolam Pokdakan, FCR 1,02–1,04 melawan 1,09–1,10 pada pabrikan, dengan tingkat hidup 90,6–91,3% melawan 88,1–88,7%. Jumlah ulangan masih kecil; uji nila belum dilakukan.
Izin edar adalah gerbang penjualan: tanpa Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan, distributor tidak mau menjual
Permen KP 21/2025 mewajibkan Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan sebelum pakan diedarkan, dengan uji mutu di laboratorium terakreditasi per merek dan peruntukan. Distributor menyatakan tidak berani menjual pelet tanpa nomor itu. Berkas Maggotin sudah lengkap uji mutunya; penerbitan masih diproses.
Limbah organik pasar cukup dan gratis bagi kami, menghemat biaya angkut TPA pengelola
Pasar induk contoh menghasilkan 28 ton sampah organik per hari dengan biaya angkut sekitar Rp185.000 per ton. Kebutuhan fasilitas rancangan 5 ton per hari hanya sekitar 18% dari satu pasar. Kebijakan nasional pengelolaan sampah mendorong pengelola kawasan mengolah sampah organik di dekat sumbernya.
Pesaing kuat di distribusi dan tempo, lemah di harga dan konsistensi
Pabrikan besar memberi tempo 30–45 hari dan bonus kunjungan ke toko pakan. Pakan mandiri murah (Rp6.000–8.000 per kg) tetapi mutu berubah-ubah, dan penjual tepung larva kecil hanya menjual tepung tanpa nomor pendaftaran. Maggotin harus menang lewat bukti FCR dan jalur distributor, bukan perang harga.
Pembudidaya mau pindah bila terbukti di kolam sendiri dan lebih murah minimal Rp1.000 per kg
Tiga dari lima pembudidaya lele yang diwawancarai mau membeli dan menyebut jumlahnya (1.800–6.000 kg per bulan) di Rp11.000–11.200 per kg. Syaratnya sama: bukti di kolam sendiri, harga di bawah pelet yang dipakai, dan pembayaran setelah panen. Pembudidaya pemula yang memakai pelet lokal termurah belum tertarik.
Pakan adalah beban terbesar pembudidaya, dan harga pabrikan Rp11.000–14.000 terus ditekan bahan baku impor
Pakan menyumbang 60–70% biaya lele dan 41 dari 60 pembudidaya yang disurvei menyebut kenaikan harga pakan sebagai masalah terbesar. Pelet pabrikan dijual Rp11.000–14.000 per kg, sementara tepung ikan impor Rp14.000–18.000 per kg dan bungkil kedelai Rp7.800 per kg mengikuti kurs.
| Claim | Category | Source | Cycle |
|---|---|---|---|
| Uji penerimaan pengguna (UAT) di 12 kolam Pokdakan Mina Lestari: Maggotin: FCR 1,04, SR 90,6%, bobot akhir rata-rata 108 g. Pabrikan: FCR 1,10, SR 88,1%, bobot akhir 103 g. Biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah. Li | Technology | Uji purwarupa — 12 kolam terpal Ø 4 m milik 6 anggota Pokdakan (6 kolam Maggotin, 6 kolam pelet pabrikan yang biasa dipakai), 1.000 ekor benih lele per kolam, 60 hari (13 Juli–11 September 2026), pembudidaya memberi pakan sendiriPrototype test | 1 |
| Distributor pakan menerima margin 5–8% dan hanya mau menjual pelet yang punya nomor Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan. | Customer | Data contoh (fiktif) — wawancara distributor pakan ikanDemo data | 1 |
| Larva BSF kering berprotein kasar sekitar 40–45% dan dapat menggantikan sebagian tepung ikan pada pakan lele tanpa menurunkan pertumbuhan pada beberapa percobaan. | Technology | Data contoh (fiktif) — ringkasan kajian pakan berbahan larva BSFDemo data | 1 |
| Kebijakan nasional pengelolaan sampah mendorong pengelola kawasan seperti pasar mengolah sampah organik di dekat sumbernya. | Regulation | Data contoh (fiktif) — ringkasan kebijakan pengelolaan sampahDemo data | 1 |
| Pak Anton (Pemilik CV Sumber Mina Pakan, distributor pakan ikan, Bogor (fiktif)): Pembudidaya selalu tanya dua hal: harga dan tempo. Kalau ada nomor sertifikat pendaftaran dan margin tujuh persen, saya ambil lima ton sebulan. Pelet tanpa nomo | Customer | wawancara — Pak AntonUser interview | 1 |
| SNI 01-4087-2006 pakan lele menjadi acuan mutu: kadar air ≤ 12%, abu ≤ 13%, lemak ≥ 5%, serat kasar ≤ 8%. | Regulation | Data contoh (fiktif) — ringkasan SNI pakan leleDemo data | 1 |
| Uji pertumbuhan lele di kolam uji tim vs pelet pabrikan: Maggotin: FCR 1,02, SR 91,3%, bobot akhir rata-rata 106 g. Pabrikan: FCR 1,09, SR 88,7%, bobot akhir 101 g. Pertumbuhan setara, FCR dan SR lebih baik pada Maggo | Technology | Uji purwarupa — 6 kolam terpal Ø 3 m (3 kolam Maggotin, 3 kolam pelet pabrikan protein 31%), 500 ekor benih lele 8 cm per kolam, 60 hari (29 Juni–28 Agustus 2026), pakan ad satiation dua kali sehariPrototype test | 1 |
| Pakan ikan wajib punya Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan sebelum diedarkan; permohonan lewat OSS dengan uji mutu di laboratorium terakreditasi. | Regulation | Data contoh (fiktif) — ringkasan Permen KP 21/2025 tentang Pakan IkanDemo data | 1 |
| Pak Darmo (Pembudidaya lele 20 kolam, panen tiap dua bulan, Tangerang): Saya tidak peduli larva atau bukan. Yang saya hitung biaya pakan per kilo ikan. Kalau FCR 1,04 dan harganya 11 ribu, itu lebih hemat dari yang saya pakai sekara | Customer | wawancara — Pak DarmoUser interview | 1 |
| Sekitar 60.000 pembudidaya lele dan nila kolam skala kecil–menengah di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah bagian barat; rata-rata membeli 2,7 ton pakan per tahun. | Market | Data contoh (fiktif) — ringkasan data usaha budidaya kolamDemo data | 1 |
| Pasar induk di wilayah Bogor menghasilkan puluhan ton sampah organik per hari, dengan biaya angkut TPA sekitar Rp185.000 per ton. | Market | Data contoh (fiktif) — ringkasan data pengelola pasar indukDemo data | 1 |
| Pabrikan besar memberi tempo 30–45 hari dan program kemitraan ke toko pakan, sehingga pendatang baru sulit masuk tanpa tempo serupa. | Competitor | Data contoh (fiktif) — wawancara pemilik toko pakanDemo data | 1 |
| Penjual tepung larva BSF skala kecil memasarkan tepung (bukan pelet) Rp16.000–24.000 per kg, tanpa nomor pendaftaran pakan. | Competitor | Data contoh (fiktif) — pantauan penjual tepung larva BSFDemo data | 1 |
| Bu Yati (Pembudidaya lele 14 kolam terpal, Ciseeng): Saya beli pelet tiga ton sebulan, harganya naik tiga kali tahun ini. Kalau ada yang sama bagusnya dan bisa dibayar setelah panen, saya mau coba satu siklus dulu | Customer | wawancara — Bu YatiUser interview | 1 |
| Sebagian pembudidaya meramu pakan sendiri dari fermentasi dedak dan ampas; murah tetapi mutu dan pertumbuhan tidak konsisten. | Competitor | Data contoh (fiktif) — liputan pakan mandiri pembudidayaDemo data | 1 |
| Pak Sutrisno (Ketua Pokdakan Mina Lestari, Parung (fiktif)): Pakan itu hampir tujuh dari sepuluh rupiah ongkos kami. Tiap harga pakan naik seribu, untung satu siklus habis. Kalau terbukti FCR-nya sama dan lebih murah di k | Customer | uji-lapangan — Pak SutrisnoUser interview | 1 |
| Pembudidaya mau beralih jika terbukti di kolam sendiri dan harga minimal Rp1.000 per kg lebih murah dari pelet yang dipakai sekarang. | Customer | Data contoh (fiktif) — wawancara pengurus kelompok pembudidayaDemo data | 1 |
| Pakan menyumbang 60–70% biaya produksi lele, dan kenaikan harga pakan adalah keluhan utama pembudidaya kecil. | Customer | Data contoh (fiktif) — survei pembudidaya leleDemo data | 1 |
| Tepung ikan impor Rp14.000–18.000 per kg dan bungkil kedelai sekitar Rp7.800 per kg; harga mengikuti kurs dan stok impor. | Competitor | Data contoh (fiktif) — daftar harga pemasok bahan baku pakanDemo data | 1 |
| Pelet lele pabrikan dijual Rp11.000–14.000 per kg di toko pakan dan marketplace, tergantung merek dan kadar protein. | Competitor | Data contoh (fiktif) — pantauan harga toko pakan dan marketplaceDemo data | 1 |
| Uji proksimat batch M-07 — formula Lele-31: Protein kasar 31,4%, lemak 8,2%, kadar air 9,6%, abu 9,8%, serat kasar 4,9% — memenuhi target tim dan semua batas SNI pakan lele (air ≤ 12%, abu ≤ 13%, lemak ≥ | Technology | Uji purwarupa — Laboratorium pakan terakreditasi: protein kasar, lemak kasar, kadar air, abu, serat kasar; pembanding syarat mutu SNI 01-4087-2006 pakan lelePrototype test | 1 |
| Uji cemaran: Salmonella dan logam berat: Salmonella negatif per 25 g. Timbal 0,7 mg/kg, kadmium 0,09 mg/kg, arsen 0,6 mg/kg, merkuri < 0,01 mg/kg, aflatoksin total 6 µg/kg — dilaporkan sebagai data unt | Technology | Uji purwarupa — Laboratorium terakreditasi: Salmonella per 25 g, timbal, kadmium, arsen, merkuri, dan aflatoksin pada batch M-07Prototype test | 1 |
Dihitung dari empat asumsi tim sendiri; asumsi yang belum bersandar pada bukti ditandai.
Modal awal Rp750 jt, biaya operasional Rp983 jt per tahun, proyeksi 5 tahun.
Startup capital
Rp750 jt
NPV
Rp118 jt
discount rate 12%
IRR
16%
Payback
Year 4
| Year | Units | Revenue | Cost | Net |
|---|---|---|---|---|
| Y1 | 70.000 | Rp823 jt | Rp983 jt | −Rp160 jt |
| Y2 | 130.000 | Rp1,54 M | Rp1,38 M | Rp158 jt |
| Y3 | 170.000 | Rp2,01 M | Rp1,59 M | Rp418 jt |
| Y4 | 183.000 | Rp2,16 M | Rp1,67 M | Rp494 jt |
| Y5 | 183.000 | Rp2,16 M | Rp1,68 M | Rp484 jt |
Dirakit Agnive Insight dari data proyek — setiap slide menyebut apa yang mendasarinya.
Maggotin — pelet pakan lele & nila dari larva BSF
Uji proksimat batch M-07 — formula Lele-31
Protein kasar 31,4%, lemak 8,2%, kadar air 9,6%, abu 9,8%, serat kasar 4,9% — memenuhi target tim dan semua batas SNI pakan lele (air ≤ 12%, abu ≤ 13%, lemak ≥ 5%, serat ≤ 8%).
Uji daya apung dan durabilitas pelet
93% pelet mengapung lebih dari 10 menit; durabilitas 96,5% (sebelum perbaikan formula: 82,4%).
Uji cemaran: Salmonella dan logam berat
Salmonella negatif per 25 g. Timbal 0,7 mg/kg, kadmium 0,09 mg/kg, arsen 0,6 mg/kg, merkuri < 0,01 mg/kg, aflatoksin total 6 µg/kg — dilaporkan sebagai data untuk berkas pendaftaran pakan ikan.
Uji pertumbuhan lele di kolam uji tim vs pelet pabrikan
Maggotin: FCR 1,02, SR 91,3%, bobot akhir rata-rata 106 g. Pabrikan: FCR 1,09, SR 88,7%, bobot akhir 101 g. Pertumbuhan setara, FCR dan SR lebih baik pada Maggotin; jumlah ulangan baru 3 kolam per perlakuan.
Uji penerimaan pengguna (UAT) di 12 kolam Pokdakan Mina LestariWith real users
Maggotin: FCR 1,04, SR 90,6%, bobot akhir rata-rata 108 g. Pabrikan: FCR 1,10, SR 88,1%, bobot akhir 103 g. Biaya pakan per kg lele sekitar 15% lebih rendah. Lima dari enam anggota minta jadwal pembelian setelah sertifikat pendaftaran terbit.
Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Lestari (fiktif)
Pokdakan Mina Lestari, Parung, Kabupaten Bogor (fiktif) — 38 anggota, ±120 kolam terpal · user · engaged
Laboratorium Nutrisi dan Pengujian Pakan Nusantara (fiktif)
Laboratorium terakreditasi (fiktif), Bogor · research · engaged
PT Kelola Pasar Hijau (fiktif)
PT Kelola Pasar Hijau, pengelola Pasar Induk Parung Raya (fiktif) · supplier · committed
UD Tani Mandiri Pakan (fiktif)
UD Tani Mandiri Pakan, pemasok bahan baku pakan, Bogor (fiktif) · supplier · engaged
CV Sumber Mina Pakan (fiktif)
CV Sumber Mina Pakan, distributor pakan ikan, Bogor (fiktif) · industry · committed
Dian Ramadhan
Team lead · Technical
Bagas Prasetyo (contoh)
Operations
Laras Wulandari (contoh)
Business
Tegar Nugroho (contoh)
Sales
Didampingi program Program Demo 2026 · Institusi Demo.
Sertifikat Pendaftaran Pakan Ikan terbit lebih lambat dari rencana
Severity 15/25Mitigation: Berkas dan uji mutu sudah lengkap; komunikasi rutin lewat OSS; modal kerja Rp100 juta dan cadangan Rp15 juta menutup keterlambatan.
Pabrikan besar menurunkan harga atau memperpanjang tempo
Severity 12/25Mitigation: Bersaing di biaya pakan per kg ikan dan demplot, bukan di harga per kg; margin kotor Maggotin Rp6.250 per kg memberi ruang.
Limbah tercampur plastik atau pasokan musiman
Severity 9/25Mitigation: Sortir di gerbang, perjanjian mutu limbah dengan pengelola pasar, dan pasar kedua dipetakan pada bulan 12–20.
Produktivitas larva turun di musim hujan
Severity 9/25Mitigation: Kandang beratap dan tertutup jaring, pengaturan kelembapan media, dan stok tepung larva untuk 1 bulan.
Piutang toko pakan dan distributor 30 hari menekan arus kas
Severity 9/25Mitigation: Pembeli kelompok bayar setelah panen tetapi dibatasi plafon; konsinyasi hanya untuk toko kecil; modal kerja Rp100 juta.
Keluhan bau dan lalat dari warga sekitar
Severity 8/25Mitigation: Kandang tertutup jaring, limbah diolah di hari yang sama, jarak ±200 m dari rumah warga, dan dialog rutin dengan RT setempat.
Dokumen yang dipilih tim untuk dibagikan di Hub.
Interested in Maggotin?
Tim Lalat Hitam membuka diri untuk pendanaan ekuitas / convertible note, pembiayaan peralatan (leasing mesin pelet dan kendaraan), kemitraan pasokan limbah organik.
Tim PosyanduScan · Institusi Demo
Funding ask
Rp2,4 M
Tim KasirAI · Institusi Demo
Funding ask
Rp180 jt
Tim Lapisbumi · Institusi Demo
Funding ask
Rp9 M